pada detik, ketika berhenti
aku akan mengukir hati, dalam kesakitan saat aku merindukan
kembara rasa yang tak kunjung menemukan muara
sesat semakin, dalam rimba kebiauan
jiwa terkungkung, pada sakit yang semakin perih
pada apa harus kutunda?
pada apa harus kusimpan?
pada apa, harus aku selesai...
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Januari 2012
Kamis, 20 Oktober 2011
gamang tenang
dalam bimbang, hati adalah cahaya. menyeruak dalam jiwa
jadi biarkan saja rasa ini terus berkuasa...
dalam diam, sepi
aku bisa jadi diri sendiri...
jadi biarkan saja rasa ini terus berkuasa...
dalam diam, sepi
aku bisa jadi diri sendiri...
Jumat, 14 Oktober 2011
meretas tujuan
pada titik ini, aku mulai berpikir kembali. tentang segala yang telah kulakukan. dan tiba pada tujuan, untuk mengabaikan semuanya... meski sedetik setelah hilang, mungkin aku merindukannya kembali. tak kupungkiri.
namun perasaan yang telah terbetik ini, tak akan mungkin hilang. meski berbilang masa, berbilang musim. jalan yang telah kuretas tak akan hilang sempurna. semua akan tersisa, tergambar, terpatri... jauh di dalam jiwa...
jika pun mungkin, suatu saat, aku akan kembali.
kembali pada kerinduan yang mungkin tak akan habis.
yang akan jadi lintasan ingatan ketika pikiranku diam...
yang jadi merangkai jadi untaian do'a...
semoga kalian semua bahagia...
namun perasaan yang telah terbetik ini, tak akan mungkin hilang. meski berbilang masa, berbilang musim. jalan yang telah kuretas tak akan hilang sempurna. semua akan tersisa, tergambar, terpatri... jauh di dalam jiwa...
jika pun mungkin, suatu saat, aku akan kembali.
kembali pada kerinduan yang mungkin tak akan habis.
yang akan jadi lintasan ingatan ketika pikiranku diam...
yang jadi merangkai jadi untaian do'a...
semoga kalian semua bahagia...
Kamis, 21 Juli 2011
Resah Tumpah
Angin...!
Sampaikan galau ini ke tiap lekukan bumi
Bawa resah ini ke pelosok awan putih
Tiupkan gamang ini ke tengah badai menari
Sebab aku,
Telah lelah menunggunya sendiri..
Sampaikan galau ini ke tiap lekukan bumi
Bawa resah ini ke pelosok awan putih
Tiupkan gamang ini ke tengah badai menari
Sebab aku,
Telah lelah menunggunya sendiri..
Seperti
Seperti
Pecahan kaca tak berbentuk
Hancur, terpecah-pecah, kecil-kecil
Sedemikiankah,
Cinta membuatku begitu kerdil?
Tak berdaya diantara selaksa rasa
Tak merasa diantara ribuan suka
Aku hanya merasa
Tak sanggup.
Memikul beban ini sendirian
Meski percuma menumpah semua kobar
Pada ombak yang pendar bergencar-gencar
Tapi
Aku tak punya waktu untuk menangis
Cuma punya untuk berdiri
Dan selangkah
Menatap masa
Yang menanti didepan.
Pecahan kaca tak berbentuk
Hancur, terpecah-pecah, kecil-kecil
Sedemikiankah,
Cinta membuatku begitu kerdil?
Tak berdaya diantara selaksa rasa
Tak merasa diantara ribuan suka
Aku hanya merasa
Tak sanggup.
Memikul beban ini sendirian
Meski percuma menumpah semua kobar
Pada ombak yang pendar bergencar-gencar
Tapi
Aku tak punya waktu untuk menangis
Cuma punya untuk berdiri
Dan selangkah
Menatap masa
Yang menanti didepan.
Tak Berjudul
Tertawa
Tapi aku sunyi...
Tapi aku sunyi...
Tertinggal
Aku tak punya waktu
Semua hilang
Tak berbekas
Terbang, bebas, melesat
Meninggalkan sekeping cinta,
Mati.
Semua hilang
Tak berbekas
Terbang, bebas, melesat
Meninggalkan sekeping cinta,
Mati.
Langganan:
Postingan (Atom)